Khotbah Paling Populer

Showing posts with label taubat nasuha. Show all posts
Showing posts with label taubat nasuha. Show all posts

Wednesday, April 20, 2016

Ringkasan Khutbah tentang Taubat Nasuha

Ringkasan Khutbah tentang Taubat Nasuha

Taubat nasuha adalah kata yang mudah diucapkan namun sulit direalisasikan, taubat yang terdiri kata ta-wa-ba mempunyai makna satu yaitu kembali, sedang nasuha artinya murni. maka taubat nasuha adalah pertaubatan yang murni, segala keteguhan hati terpusat pada penyesalan mendalam disertai niat didalam lubuk hati tidak mengulangi dosa serupa lagi. oleh karenanya diakhir tahun 2012 ini saya akan menuliskan sebuah renungan tentang TAUBAT NASUHA

Taubat Nasuha, sungguh sebuah kebutuhan yang tidak boleh ditunda, karena taubat nasuha pekerjaan penting untuk menjernihkan kefithrahan yang telah diberikan oleh Allah swt. Taubat Nasuha bagaikan krim pencuci piring, setiap hari dipakai, dikotori namun disamping tempat cuci piring tersedia krim pencucinya. Setiap kali dosa menempel maka krim pencuci yang bernama taubat nasuha harus selalu tersedia

Taubat Nasuha harus diteliti dan ditekuni, dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, taubat nasuha ini modal kedua setelah mengetahui ilmu syariat untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Mustahil manusia bisa mendekatkan diri kepada Allah kalau belum menguasai ilmu dan pengetahuan serta mempraktekkannya Taubat Nasuha

Taubat Nasuha menjadi jembatan yang harus dilewati seorang salik untuk mendekatkan diri kepada Allah, yang ditaubati dengan taubat nasuha adalah seluruh dosa baik berkaitan dengan dosa personal kepada Allah atau kepada hamba Allah lainnya. Bila kesalahan itu murni inkar kepada perintah Allah, maka cara mentaubatinya adalah dengan membayar hutang piutang fardhu (kewajiban) kepada Allah kemudian memohon ampunan dari-Nya, tetapi apabila berkaitan dengan haqqul 'adamiy maka taubat nasuha dilakukan dengan cara meminta maaf terlebih dahulu kepada orang yang diciderai dengan kesalahan tersebut kemudian melakukan taubat, itulah yang disebut dengan taubat nasuha bersegeralah taubat sebelum mati

memang tidak mudah untuk melakukannya, tetapi jika dilakukan dengan berulang kali maka, setiap akan melakukan kesalahan akan memikirkan betapa berat cara mentaubatinya. Kesalahan yang dilakukan berulang kali juga bisa menjadikan Allah enggan mengampuni dosanya. Inilah buah taubat nasuha, yakni menghindarkan diri sejauh mungkin dari perbuatan dosa mengingat betapa sulitnya mendapat ampunan dari Allah atas dosa yang terulang lagi dan lagi.
Khutbah Jumat tentang Taubatan Nasuha

Khutbah Jumat tentang Taubatan Nasuha

Melengkapi khutbah tentang taubat nasuha pada posting sebelumnya, maka kali ini pusat khutbah jumat akan merinci lebih detail faktor yang mengharuskan manusia untuk bertaubat. Bertaubat sama saja dengan meringankan beban bawaan seorang salik untuk mendekatkan diri kepada Allah sawt. Karena beban berat bagi orang yang mendekatkan diri kepada Allah adalah dosa yang dipikulnya. Ada beberapa alasan yang mendorong manusia untuk melakukan pertaubatan diantaranya adalah

Hampir seluruh anak adam pernah melakukan perbuatan dosa, perbuatan dosa itu menjauhkan diri ke-fithrahan manusia dari Allah, pada mulanya manusia yang fithrah dekat dengan Allah, untuk kembali mendekatkan diri pada posisi semula jalan yang harus ditempuh ialah taubat. Setiap anak Adam pernah melakukan kesalahan/dosa berdasarkan hadits Rasulullah saw;

حدثنا قتادة عن أنس قال صلى الله عليه وسلم : كل بني آدم خطاء ، وخير الخطائين التوابون
Menceritakan kepada kami Qatadah dari Anas, Rasulullah bersabda: ”setiap anak adam melakukan kesalahan, sebaik-baik orang-orang yang melakukankesalahan adalah orang-orang yang bertaubat (HR. Tirmidzy ibn ibn Majah, hadits dhoif)

Menurut at-tirmidzi hadits tersebut dhoif, perlu digaris bawahi bahwa hadits di atas memberikan pelajaran berharga kepada semua anak Adam as untuk selalu bertaubat kepada Allah atas segala dosa yang senantiasa menimpa kepada anak adam setiap harinya, baik disengaja atau tidak disengaja. Taubat merupakan perintah Allah kepada seluruh orang yang beriman. Allah Swt memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk selalu bertobat kepadaNya, sebagaimana firmanNya dalam surat At-Tahriim[66]:8, yang artinya:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu". (QS. At-tahrim [66]:8)

Terkait dengan taubat nasuha, silahkan sempatkan membaca khutbah tentang taubat nasuha. Berkaitan dengan taubat, ayat di atas memberi pengertian bahwa taubat bagi orang mukmin adalah perbuatan yang sudah menjadi kemestian, bahkan dalam hadits, seruan ini lebih umum diperintahkan oleh Rasulaullah kepada semua manusia, tidak hanya khusu bagi orang-orang yang beriman saja

رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول يا أيها الناس توبوا إلى ربكم فإني أتوب إليه في اليوم مائة مرة
Rasulullah saw berkata:” Wahai manusia bertaubatlah kepada tuhanmu sesungguhnya aku bertaubat kepadanya setiahari 100 kali”

Kalau Rasulullah saw hamba Allah yang agung serta mendapat kepastian masuk surga dari Allah bertaubat (istighfar) tidak kurang dari 100 kali apalagi manusia bisa yang sederajat dengan kita, tentu seribu kali istighfar masih belum terbilang orang hebat tapi masih dalam batas kewajaran, mengingat banyaknya kesalahan dan dosa yang diperbuat. Terus meneruslah bertaubat dalam arti kembali kepada Allah menyesali dosa yang pernah dilakukan serta meneguhkan hati tidak mengulangi lagi, agar dekat kepada Allah swt. Pada mulanya Allah dekat dengan hambanya, oleh karena manusia berdosa sehingga manusia menjadi berubah posisi menjauh dari Allah swt.

Sidang Jumat Rahimakumullah…
Hal lain yang menjadi faktor mengapa seorang hamba Allah harus bertaubat?, karena Allah menyukai orang orang yang bertaubat, dalam kutipan al Al Quran surat Al-Baqarah[2]:222 “…., Sesungguhnya Allah maha menyukai orang-orang yang bertaubat dan dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”

Predikat dicintai Allah adalah predikat yang membanggakan bagi semua hambanya, didamba oleh orang bertaqwa, membahagiakan bagi orang beriman, karena denga dicintai Allah, semua kebutuhan dan permintaan terpenuhi, termasuk yang terpenting adalah butuh ketenangan dalam menjalani hidup. Batapa tidak, jika dicintai oleh orang ternama dalam suatu negara menjadi sebuah kebanggaan tersendiri apalagi dicintai oleh Allah raja dari semua makhluk alam semesta.

Kita semua berharap semoga menjadi hamba Allah yang selalu bernaung kesadaran penuh untuk terus menerus melakukan pertaubatan, dan Allah mengampuni dosa kita semua. Yang menjadi optimis dosa kita diampuni adalah karena manusia bertaubat nasuha dan Allah mempunyai sifat tawwabiin yang arti berkali-kali menerima taubat. Kalau Allah manusia kembali pada posisi fithrah semual maka kebahagiaan hidup akan terjamin dari dunia hingga akhirat kelak

Semoga khutbah ini memberikan sedikit gambaran betapa pentingnya arti khutbah tentang taubat, tanpanya hidup berlumuran dosa yang menjatuhkan manusia dalam keadaan hida dina, dunia dan akhirat
Khutbah Jumat tentang tiga unsur taubat

Khutbah Jumat tentang tiga unsur taubat

Di dalam kitab minhajul abidin karya Imam Ghazali, taubat adalah perbuatan hati bukan semata-mata fisik, fisik yang lemah tidak menjadi ukuran taubatnya diterima atau tidak. Taubat melibatkan beberapa unsur, hati, lisan dan perbuatan ketiganya saling terkait. Gerakan hati menuntut realisasi lisan, dari lisan menuntut konsekwensi perbuatan, Oleh sebab iut, taubat yang hanya dilakukan satu saja diantara tiga hal dari hati, lisan dan perbuatan maka taubatnya tidak nasuha, tidak murni sebab ada kepalsuan di balik taubatnya itu. Rabiah al Adawiyah mengatakan, istighfar yang kita ucapkan membutuhkan istighfar lagi, ucapan permohonan ampun membutuhkan amal dan gerak menuju ampunan yang kita mintakan melalui lisan tersebut, begitulah seterusnya sampai kepada Allah swt.

Taubat harus dilakukan dengan memfungsikan tiga hal sekaligus, hati, lisan dan amal. al-Hasan berkata "Taubat adalah penyesalan dengan hati, istighfar dengan lisan, meninggalkan perbuatan dosa dengan tubuh, dan berjanji untuk tidak akan mengerjakan perbuatan dosa itu lagi."

Taubat apabila diucapkan tanpa hati menyesal atau tanpa keteguhan untuk tidak mengulangi dianggap sebagai taubatnya orang dusta begitulah kata Dzun al Mishri. Itulah yang dikatakan oleh Sayyidah Rabi'ah al 'Adawiyah: "istighfar kita membutuhkan istighfar lagi!" Hingga sebagian mereka ada yang berkata: "aku beristighfar kepada Allah swt dari ucapanku: 'aku beristighfar kepada Allah swt'". Atau taubat yang hanya dengan lisan, tidak disertai dengan penyesalan dalam hati!

Dalam "Ihya ulumuddin" dijelaskan, taubat terdiri dari tiga unsur, Taubat nasuha dan ketiga unsurnya itu  adalah ilmu, haal (keadaan) dan amal. Ilmu mewajibkan kepada haal dan haal mewajibkan lahirnya tindakan yang disebut amal, Ilmu yang dimaksud adalah mengetahui seberapa besarnya bahaya berbuat dosa, bahwa dosa menghalangi manusia dengan rabb-nya, pengetahuan tentang bahaya dosa ini meresap ke dalam hati yang menimbulkan penyesalan mendalam, sejalan dengan sabda Rasulullah saw: "Penyesalan adalah taubat"

Setelah penyesalan munculah kesadaran untuk memohon ampunan dengan memperbanyak istighfar disertai dengan niat tulus semata-mata karena Allah, ending dari taubat itu melahirkan banyak perbuatan baik yang berlimpah. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang bertaubat dan mendapat ridhonya amiin ya rabbal alamin

Sunday, December 23, 2012

Taubat Unlimited

Taubat Unlimited

Taubat bukan ibadah yang tidak terbatas, kerena taubat dilakukan sewaktu hidup sedang hidup ada batasnya, maka taubat juga terbatas selama masih hidup dan masih dalam batas kesadaran yang utuh. Apabila hampir sakaratul maut menjelang kematian tiba maka pintu taubat ditutup rapat, jadi taubat itu limited edition . Naudzubillahi min dzalik. Alla berfirman di dalam surat An-Nisa' ayat 18:

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا.
Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang" Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih

ayat di atas memberi kepastian kepada kita semua bahwa ritualitas taubat dibatasi selama nafas belum tersandung ditenggorokan, mengingat kematian adalah rahasia dan kapanpu bisa tiba maka taubat pun tidak menerima kata "ditunda". Melakukan taubat untuk diterima bukan suatu hal yang unlimited sampai bisa diwakilkan kepada orang lain akan tetapi taubat itu limited edition, sewaktu-waktu mau datang maka edisi taubat dan perpanjangan waktunya tidak akan diterbitkan lagi

Kematian datang sebelum taubat dilakukan menjadi kerugian terbesar dalam seluruh rangkaian waktu kehidupan di dunia, karena siksa Allah taala menanti di sana.bacalah khutbah jumat : taubat sebelum mati

Friday, December 21, 2012

Arti taubat di mata ulama'

Arti taubat di mata ulama'

Pusat khutbah jumat yang lalu telah kami paparkan taubat nasuha, rupanya masih ada saja celah untuk melengkapinya sehingga dalam term yang berbeda saat ini marilah merenungi arti taubat sesungguhnya , akar kata "TAUBAT" terdiri dari tiga huruf yakni ta-wa-ba mempunyai makna satu yaitu "kembali" kembali kepada kesucian seperti semula diciptakannya, kurang lebih seperti itulah arti taubat secara sederhana, mungkin mudah difaham setelah anda membaca posting sebelumnya tentang taubat nasuha

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah". Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya". (QS. Shaad; 71-72)

Allah swt telah menciptakan manusia dari dua unsur. Di dalam tubuhnya terdapat unsur tanah, juga unsur ruh. Inilah yang menjadikannya layak dijadikan objek sujud oleh malaikat sebagai penghormatan dan pemuliaan kedudukannya. Allah swt berfirman:

Ayat diatas ingin menegaskan bahwa manusia terdiri dari dua unsur yang berbeda, yaitu unsur tanah dan unsur ruh tuhan, ruh tanah sumber untuk merendahkan derajat kemanusiaan sedangkan unsur ruh berpotensi besar kembali mendekat (baca: taubat) kepada Allah. pada saat manusia melakukan maksiat dan perbuatan rendahan maka disitu ada dominasi unsur tanah, sebaliknya ketika manusia berbuat kebaikan dan ketaatan, berarti unsur ruh ketuhanan yang mendominasi. begitulah terus menerus manusia ber-jihad melakukan pertentangan dalam dirinya. Secara mutlak manusia butuh "taubat nasuha" sebagai suksesi pemenangan ruh dalam kehidupannya. kalimat yang ditunjuk denagn kata nasuha berbrti kemurnian hati dalam penyesalan, lawan katanya adalah kepalsuan (ghays)

Ibnu Katsir berpendapat: "taubat nasuha adalah, taubat yang haq dilakukan sepenuh hati akan menghapus keburukan-keburukan yang dilakukan sebelumnya, mengembalikan keaslian jiwa orang yang bertaubat, serta menghapus keburukan-keburukan yang dilakukannya."

Beragam pendapat para ulama' besar ketika memaknai arti taubat nasuha, Hasan Al Bashri berpendapat taubat adalah jika seorang hamba menyesal akan perbuatannya pada masa lalu, serta berjanji untuk tidak mengulanginya. senada dengan yang disampaikan oleh Imam Ahmad melalui riwayat Ibnu Mas'ud bahwa taubat dari dosa ialah bertaubat dari dosa kemudian tidak mengulanginya lagi. begitu juga Ibnu Katsir, Ibnu Jarir dan Ibnu Qoyyim al Jauziyah, seseorang yang bertaubat dari dosa dan ia tidak melakukan dosa itu lagi, seperti susu tidak kembali ke payudara hewan lagi" begitulah yang saya baca dari beberapa situs terpercaya.

Dalam hal ini anjuran bertaubat tidak hanya untuk orang-orang yang masih berada di luar islam, tetapi orang beriman juga diperintahkan untuk bertaubat berdasarkan QS. at-Tahrim:8

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ي.

"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.....". (QS. At-tahrim [66]:8)

Adapun tekhnis melakukan pertaubatan, yaitu meminta ampunan dengan lidah, menyesal dengan hatinya, serta menjaga tubuhnya untuk tidak melakukannnya lagi, begitu menurut pendapat al Kulaby, bberbeda lagi dengan Muhammad bin Ka'b al Qurazhi yang menjelaskan tekhnis lebih detail: taubat itu diungkapkan oleh empat hal: beristighfar dengan lidah, melepaskannya dari tubuh, berjanji dalam hati untuk tidak mengerjakannya kembali, serta meninggalkan rekan-rekan yang buruk. pendek kata taubat tidak cukup hanya dengan lidah

Bagaimanapun dalam postingan khutbah jumat tentang taubat nasuha pernah disampaikan bahwa taubat adalah pekerjaan hati yang lebih mendominasi, penyesalan dan kemurnian niat untuk tidak megulangi lagi.

Tuesday, December 11, 2012

Khutbah Jumat Tentang Taubat Nasuha

Khutbah Jumat Tentang Taubat Nasuha

Pusat Khutbah jumat sharing lanjutan tentang khutbah jumat yang sebelumnya sudah dibahas dengan tema taubat sebelum mati Sulit dipungkiri bahwa setiap orang pernah berbuat dosa karena melanggar syara', melanggar perintah atau larangan Allah, berbuat aniaya terhadap dirinya atau sesama makhluk Allah. Dengan kemurahan Allah, Allah menyediakan pintau taubat yang dilakukan sebelum mati -- silahkan baca khutbah jumat tentang taubat sebelum mati -- untuk dimasuki oleh para hambanya yang berniat ingin membersihkan dosanya. Dari sekian kasus sering kita jumpai orang mengaku bertaubat tetapi ia kembali lagi ber-prilaku semula. layaknya orang makan sambal yang pedas tapi masih saja ia menambahnya

meski demikian Allah bersifat attawwab yang artinya berkali-kali menerima taubat, maksud saya, bukan berarti dengan sifat at-tawwab-nya Allah itu menjadi sebuah alasan untuk mengulang dosa terus menerus kemudian diikuti taubat terus menerus, hendaknya para pendosa menghentikannya & taubat (kembali) ke jalan yang benar serta berniat untuk tidak mengulangi lagi, taubat yang demikian disebut dengan taubat nasuha.
Taubat paling tinggi tingkatanna adalah taubatan nasuha. taubat yang murni benar-benar penyesalan mendalam membetulkan kesalahan yang pernah terjadi. Sebagaimana dijelaskan dalam surat At-Tahrim: 66,

"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu & memasukkan kamu ke dalam sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi & orang-orang yang beriman bresamanya, sedang cahaya mereka memancar di depan & di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan 'Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami & ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu'"

apabila taubat sudah dilakukan dengan benar & tidak kembali terhadap perbuatan dosa seperti semula, disitulah Allah akan menghapus kesalahan masa lampau yang terlanjur diperbuat. Namun semua itu hak preoregatif Allah, karena Allah maha adil atas apa yang dilakukan hambanya.

Hadirin sidang jumat Rahimakumullah...
Allah mencintai hambanya yang mau bertaubat lebih dari seperti seorang hambanya yang kehilangan harta berharganya kemudian ia menemukan kembali, al-kisah ada seseorang yang kehilangan untanya, kemudia ia cari ke segala penjuru desa, namun tak kunjung ketemu. merasa tak mendapatkan hasil yang memuaskan kemudian dia tertidur dibawah pohon yang rindang.

dalam tidur lelapnya ia bermimpi & terbangun secara tiba-tiba, kemudian ia terheran & kaget bukan kepalang karena unta yang ia cari tiba dihadapannya, saking senangnya mendapati untanya kembali ia salah berujar, :"terimakasih Allah hambaku, akulah tuhanmu". Saking senangnya itulah gambaran Allah mencintai hambanya yang bertaubat.

manusia tidak hina dihadapan Allah karena bertaubat dari berlumurannya dosa, taubat tak boleh ditunda-tunda, taubat harus dilakukan dengan segera karena tak ada satupun yang mengetahui kapan kita mati.

Taubat dalam islam harus dilakukan sendiri tanpa perantara, taubat sesungguhnya adalah pekerjaan hati. Bisa jadi, secara energi fisik mampu melaksanakan taubat tetapi bukan berarti semua orang mampu untuk melakukan taubat sesungguhnya, yang mempu mendeteksi keseriusan dalam bertaubat adalah pribadi masing-masing. Jangan pernah bermalas malasan dalam bertaubat, karena malas adalah sifat orang munafiq, lebih jelasnya silahkan baca khutbah jumat tentang pemalas dan sifat munafik

Jamaah Jumat rahimakumullah
semoga kita semua adalah termasuk hamba Allah yang taubatnya diterima, sehingga kembali kepada Allah bersih tanpa dosa & noda apapun serta menjemput kematian dengan khusnul khatimah, Taubat adalah sebuah kemestian yang dilakukan bagi hamba Allah yang ingin mendekatkan diri kepada-Nya dengan bertaubat langkah menuju kedekatan kepadanya akan ringan, karena yang membuat diri ini berat untuk melangkah kepada Allah adalah dosa di dalam diri kita.