Khotbah Paling Populer

Showing posts with label Khotbah Jumat Ramadhan. Show all posts
Showing posts with label Khotbah Jumat Ramadhan. Show all posts

Friday, May 12, 2017

Khotbah Rasulullah Dalam Menyambut Bulan Ramadhan

Khutbah Rasulullah Dalam Menyambut Bulan Ramadhan



Wahai manusia

Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah
dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah.
Bulan yang paling mulia di sisi Allah.
Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama.
Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama.
Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi
tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya.
Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih,
tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah.
Bermohonlah kepada Allah Rabbmu
dengan niat yang tulus dan hati yang suci
agar Allah membimbingmu untuk
melakukan siyam dan membaca KitabNya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah
di bulan yang agung ini.

Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu,
kelaparan dan kehausan di hari kiamat.
Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masaakin.
Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda,
sambungkanlah tali persaudaraanmu,
jaga lidahmu, tahan pandanganmu
dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu
dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.

Kasihilah anak yatim
nescaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu.
Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa
pada waktu-waktu solatmu
karena itulah saat-saat yang paling utama
ketika Allah 'Azza wa Jallaa memandang
hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih.
Dia menjawab mereka ketika mereka menyeruNya,
menyambut mereka ketika mereka memanggilNya
dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia!
Sesungguhnya diri-dirimu tergadai kerana amal-amalmu
maka bebaskanlah dengan istighfar.
Punggung-punggungmu berat
kerana beban dosamu maka ringankanlah
dengan memperpanjangkan sujudmu.

Ketahuilah
Allah Ta'ala bersumpah dengan segala kebesaranNya
bahwa Dia tidak akan mengazab
orang-orang yang solat dan sujud,
dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka
pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-'alamin.

Wahai manusia!

Barangsiapa diantaramu memberi buka
kepada orang-orang mu'minin yang berpuasa di bulan ini
maka di sisi Allah nilainya sama dengan
membebaskan seorang budak
dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.

Sahabat-sahabat bertanya, "Ya Rasulullah! Tidaklah kami
semua mampu berbuat demikian".

Rasulullah meneruskan:

Jagalah dirimu dari api neraka
walaupun hanya dengan sebiji kurma.
Jagalah dirimu dari api neraka
walaupun hanya dengan seteguk air.

Wahai manusia!

Siapa yang membaguskan akhlaqnya di bulan ini
ia akan berhasil melewati sirath
pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.
siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang
yang dimiliki tangan kanannya
(pegawai atau pembantu) di bulan ini,
Allah akan meringankan pemeriksaanNya di hari Kiamat.
Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini,
Allah akan menahan murkaNya pada hari ia berjumpa denganNya.

Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini,
Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa denganNya.

Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturrahim) di bulan ini,
Allah akan menghubungkan dia dengan rahmatNya pada hari ia berjumpa denganNya.
Barangsiapa melakukan solat sunat di bulan ini,
Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka.

Barangsiapa melakukan solat fardhu
baginya ganjaran seperti melakukan 70 solat fardhu di bulan yang lain.

Barangsiapa memperbanyak selawat kepadaku di bulan ini,
Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.

Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat al Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam al Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia!

Sesungguhnya pintu-pintu syurga dibukakan bagimu maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.

Pintu-pintu neraka tertutup maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu.

Setan-setan terbelenggu maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.
Amirul Mukminin karamallahu wajha berkata,

"Aku berdiri dan berkata, 'Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?' "

Jawab Nabi, 'Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah'."

Alhamdulillaahi rabbal 'aalamiin.

KHOTBAH JUMAT - RAMADHAN BERTABUR HIKMAH

KHOTBAH JUMAT - RAMADHAN BERTABUR HIKMAH

Oleh : Drs. H. Athor Subroto, M. Si*)




السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
أَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِىْ جَعَلَ هذَاالشَّهْرَ سَيِّدَ الشُّهُوْرِ وَأَنْزَلَ فِيْهِ الْقُرْأنَ. فَعَظَّمَ قَدْرَهُ بِذلِكَ وَرَفَعَهُ وَأَجْزَلَ فِيْهِ الْاِحْسَانَ بِفَتْحِ الْجِنَانِ.أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ.وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًارَسُوْلُ اللهِ بِمَايَرْجُوْارَبَّهُ قَدْقَامَ وَصَامَ رَمَضَانَ خَالِصًالِوَجْهِ اللهِ خَيْرِصِيَامٍ.اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى ألِه وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ أَرَادَاللهُ لَهُمُ الْهِدَايَةَ فَشَرَحَ صُدُوْرَهُمْ لِلْاِسْلَامِ. أَسْكَنَ اللهُ فَسِيْحَ الْجِنَانِ. أَمَّابَعْدُ. فَيَاأَيُّهَ النَّاسُ اتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Melalui mimbar ini saya mengajak kepada diri saya sendiri dan saudara-saudaraku semua – untuk selalu meningkatkan iman dan taqwa dengan sebenar-benarnya. Menjalankan semua perintah Allah dan meninggalkan larangannya. Semuga dengan peningkatan iman dan taqwa, kita diselamatkan oleh Allah – baik di dunia maupun di akhirat. Amin.

Hebatnya Bulan Ramadhan

Kaum Muslimin Yang Kami Mulyakan.

Saat ini kita telah kedatangan tamu agung.  Tamu yang menawarkan berbagai keuntungan yang luar biasa. Tamu itu adalah bulan suci Ramadhan.

Apabila Ramadhan telah tiba, Rasulullah SAW memberi motivasi kepada para sahabat agar hatinya gembira. Betapa hebatnya bulan yang agung itu. Bulan yang penuh rahmat, bulan pengampunan, bulan pembebasan dari api neraka, bulan al Qur’an, bulan dilipatgandakan pahala, bulan Lailatul Qadar, bulan do’a dikabulkan dan masih banyak lagi.

Sampai Rasulullah Saw menggambarkan, andai umat manusia mengetahui kehebatan bulan Ramadhan, maka mereka mengharapkan agar setahun itu selamanya Ramadhan. Walau harus berlapar-lapar, berdahaga, menahan nafsu, menahan amarah, meningkatkan shadaqah, shalat tarawih, membaca al Qur’an dan ibadah lain – tidak  menjadi masalah. Yang penting, bisa meraih kehebatan bulan suci yang agung itu. Rasulullah SAW bersabda artinya kurang lebih:

            “Kalau  manusia  tahu  apa yang terdapat pada bulan Ramadhan, pastilah mereka berharap Ramadhan itu (berjalan) selama satu tahun”.(HR. Thabrani, Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi).

Dalam bulan Ramadhan pintu-pintu surga dibuka. Dan, pintu-pintu neraka di tutup. Serta syaithan dibelenggu.  Maksudnya, agar umat manusia lebih suka meningkatkan amal ibadah. Dan, menjauhi perbuatan yang tercela dan bujukan syaithan.

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ (رواه البخارى)

Artinya: “Apabila datang bulan Ramadhan, dibuka pintu-pintu langit dan ditutup pintu-pintu neraka serta diikat para syaitan.” (HR. Bukhari).

1. Meneladani Sifat Allah


Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Dalam bulan Ramadhan kita bisa berlatih meneladani sifat-sifat mulia yang dimiliki Allah Swt. Sehingga kita menjadi insan kamil. Manusia yang lahir batinnya menjadi baik dan terpuji.

Di dalam Hadits Qudsi Allah SWT berfirman

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَام هُوَ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ (رواه البخاري ومسلم)

 “Setiap amal anak Adam itu untuk dirinya, kecuali puasa. Itu milik-Ku dan Aku yang membalasnya karena ia meninggalkan syahwat dan (meninggalkan) makan karena Aku”. (HR. Bukhari Muslim)

Dari ibadah puasa, kita dapat meneladani sifat-sifat Allah yang tersebut dalam Al Asma’ul Husna. Misalnya, As-Shaabiru – sabar. Ar-Rahiim – pengasih. Al Waasi’ – luas, lapang dada. Al Ghafuur – pengampun, dan masih banyak lagi. Sifat-sifat mulia Allah tu bisa diteladani melalui puasa Ramadlan. Manusia akan mulia dengan sifat-sifat Allah itu.

2. Bulan Pengampunan

Manusia tempat salah dan lupa. Dan sebaik-baik manusia bukanlah tanpa dosa. Melainkan orang yang telah berbuat dosa – kemudian segera memohon ampunan kepada Allah SWT. Walau dosa manusia setinggi langit, namun Allah telah menyiapkan media untuk menghapusnya. Itulah bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:

وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ (رواه الترمذى)

Artinya: “Dan rugi benar seseorang apabila telah datang kepadanya bulan Ramadhan, kemudian (Ramadhan itu) meninggalkan, tetapi belum terampuni (dosa-dosa) baginya”. (HR. Tirmidzi).

Hadits ini mengandung pengertian bahwa bulan Ramadhan adalah bulan pengampunan. Siapa yang beribadah dengan sungguh di dalam bulan itu – dia akan mendapat pengampunan. Dan siapa yang tidak mau mengoptimalkan ibadah di bulan pengampunan itu – dia tidak mendapatkan pengampunan dari Allah secara maksimal.

3. Do’a dikabulkan

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Allah SWT menyukai hamba-hamba-Nya yang memohon kepada-Nya.

Sebagaimana firman-Nya:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

            “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah[2]: 186).

Special bagi orang yang berpuasa, doa-doanya tidak ditolak. Sebagaimana hadits Nabi SAW, kurang lebih artinya sbb: “Tiga doa yang tidak ditolak; orang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil, dan doanya orang teraniaya. Allah mengangkat doanya ke awan dan membukakan  pintu-pintu langit. Demi kebesaran-Ku, engkau pasti Aku tolong meski tidak sekarang.”(HR. Ahmad dan Tirmidzi).

4. Turun Lailatul Qadar

Kaum Muslimin Yang Kami Mulyakan

Satu malam yang diintip dan dikejar-kejar umat Islam sedunia ialah “Lailatul Qadar”, malam penuh misteri, malam penentuan. Di bulan Ramadhan Allah menurunkan satu malam yang sangat mulia. Nilainya lebih baik dari seribu bulan. Bukan sekedar sama dengan seribu bulan. Melainkan lebih baik daripada seribu bulan. Mungkin bisa seribu lima ratus atau bahkan dua ribu bulan sekalipun – itu tergantung kehendak Allah Swt.

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ­

“Malam Qadar (itu) lebih baik dari pada seribu bulan” (QS. Al Qadar [97]: 3)

Rasulullah SAW membangunkan keluarga dan mengencangkan ikat pinggang untuk mengintip Lalatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah SAW meningkatkan ibadah pada malam-malam itu untuk mendapatkan malam penuh kemuliaan.

5. Predikat Taqwa

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Sebuah cita-cita luhur bagi setiap insan, yaitu “taqwa”. Sasaran terakhir diwajibkannya puasa Ramadhan adalah  predikat taqwa. Dengan peningkatan ibadah wajib dan sunnah  di dalam bulan suci  – seseorang akan mencapai cita-cita yang  berpredikat  sangat mulia itu. Siapa yang bertaqwa, hubungannya dengan Allah semakin dekat. Dimudahkan segala urusan. Dalam keadaan apapun, dia selalu damai dan sejahtera. Sebagaimana firman Allah:

وَمَن يَتَّقِ اللَّـهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا ﴿٤﴾ ذَٰلِكَ أَمْرُ اللَّـهِ أَنزَلَهُ إِلَيْكُمْ ۚ وَمَن يَتَّقِ اللَّـهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا

            “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia (Allah) akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”(Qs. At-Thalaaq [65]: 2-3)

6. Disediakan Pintu Rayyan

Saudara-saudara Yang Kami Mulyakan

Bagi orang yang berpuasa Ramadhan akan diundang masuk surga dengan melalui pintu Rayyan. Pintu itu tertulis besar – spisial bagi orang berpuasa. Tentu, tidak perlu ribut mencari jalan untuk masuk ke surga.  Santai, tidak berjejal dan tidak gontok-gontokan memasukinya. Rasulullah SAW bersabda:
 إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّان يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُوْنَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مَعَهُمْ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، يُقَالُ : أَيْنَ الصَّائِمُوْنَ ؟ فَيَدْخُلُوْنَ مِنْهُ فَإِذَا دَخَلَ آخِرُهُمْ أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ (رواه البخاري)

“Sesungguhnya di surga itu ada sebuah pintu yang disebut Rayyan yang akan dilewati orang-orang berpuasa pada hari kiamat nanti. Tidak diperbolehkan seseorang melewatinya selain mereka. Ketika mereka dipanggil (diundang), mereka akan segera bangkit dan masuk semuanya kemudian ditutup. Maka tidak seorangpun (selain mereka) yang masuk dari Rayyan”(HR. Bukhari).

Begitu hebatnya bulan suci Ramadhan, disediakan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Tujuannya, untuk mengembalikan jati diri manusia sebagai makhluq paling mulia. Mari kita berusaha untuk meraih kehebatan bulan suci itu dengan sekuat tenaga. Jangan sampai terlena oleh dorongan nafsu yang merugikan.

جَعَلَناَاللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْفَائِزِيْنَ الْأمِنِيْنَ. وَأَدْخَلَناَ وَإِيَّاكُمْ فِى عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

Khotbah Jumat Ramadhan Lainnya:


  1. Khotbah Jumat - Khutbah Rosulullah Menyambut Ramadhan
  2. Khotbah Jumat - Tiga Ibadah Penting dalam Bulan Ramadhan
  3. Khotbah Jumat - Ramadhan Bulan Pertaubatan
  4. Khotbah Jumat - Menggapai Lailatul Qodar