Khotbah Paling Populer

Showing posts with label rukun khutbah. Show all posts
Showing posts with label rukun khutbah. Show all posts

Saturday, July 2, 2016

Syarat dan Rukun Khutbah Jumát

Blog Khutbah Jumát. Sebelum kita mengetahui Syarat dan Rukun Khutbah Jumát. kita harus tahu apa yang dimaksud syarat dan apa yang dimaksud rukun. menurut pengertian bahasa syarat adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi sebelum melakukan sesuatu perbuatan. Sedangkan rukun adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi disaat sedang melakukan sesuatu. Contohnya dalam pelaksanaan sholat jumát. Disitu terdapat syarat dan rukun tertentu yang harus dipenuhi jika ingin pelaksanaan sholat jumát agar menjadi sah dan sempurna.

Jika kita udah mengerti maksud istilah di atas, maka baru kita mencari tahu mengenai Syarat dan Rukun Khutbah Jumát. Dalam khutbah jum'at misalnya, seorang khotib harus memenuhi syarat serta rukun khutbah shalat jum'at, jika tidak terpenuhi maka batal dan tidak sah shalat jum'atnya. Untuk itu, sebelum naik ke atas mimbar atau menjadi khotib, marilah kita pelajari dan pahami terlebih dahulu syarat dan rukun khutbah jum'at berikut ini, agar supaya saat menyampaikan khutbah sudah memenuhi syarat dan rukunnya sesuai dengan syariat ajaran islam.

  1. Khotib harus suci dari hadats, baik hadats kecil maupun hadats besar.
  2. Khotib harus suci dari najis, dari badan, pakaian, maupun tempatnya.
  3. Khotib harus menutup auratnya.
  4. Khotib berdiri pada dua khutbah dan diselingi duduk sejenak. Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,  كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَخْطُبُ خُطْبَتَيْنِ يَقْعُدُ بَيْنَهُمَا  Artinya : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan dua khutbah dan duduk di antara keduanya.” (HR. Bukhari no. 928).
  5. Khutbah harus dilaksanakan pada waktu dzuhur.
  6. Khutbah harus disampaikan dengan suara keras sekira dapat didengar oleh empat puluh orang yang hadir.
  7. Khotib harus duduk sebentar dengan thuma’ninah (tenang seluruh anggota badannya) di antara dua khutbah.
  8. Khutbah pertama dan khutbah kedua harus dilaksanakan secara berturut-turut, begitu pula antara khutbah dan shalat jum’ah.
  9. Rukun-rukun khutbah harus disampaikan dengan bahasa arab, adapun selain rukun boleh dengan bahasa lain.

Rukun Khutbah Shalat Jum'at  ada 5 yang wajib dipenuhi, diantaranya adalah:
  1. Mengucapkan Hamdallah (Alhamdulillah). Rukun khotbah yang pertama adalah dimulai dengan mengucap atau membaca hamdalah (Alhamdulillah), yaitu lafadz memuji kepada ALLAH SWT.
  2. Membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Rukun khutbah yang kedua yaitu membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, bisa secara singkat namun dianjurkan dengan yang panjang.
  3. Berwasiat untuk Taqwa. Khotib mengajak atau berwasiat untuk dirinya sendiri dan para jama'ah untuk meningkatkan taqwa kepada Allah SWT, menjauhi segala larangan-Nya dan menjalankan segala perintah-Nya.
  4. Membaca Ayat Al-Qur'an. Membaca ayat Al-Qur'an dalam khutbah berkenaan dengan tema khutbah yang disampaikan, walau satu ayat saja, asal utuh tidak sepenggal-penggal ayat hingga tidak dapat di pahami oleh para jama'at shalat jum'at
  5. Berdoa untuk kaum Mukminin. Rukun khutbah yang terakhir atau kelima yaitu berdoa memohon ampunan atas orang-orang mukminin.
Itulah kelima Rukun Khutbah Jum'at yang wajib dipenuhi oleh seorang Khotib.

http://khutbahjumatnu.blogspot.co.id/2016/07/syarat-dan-rukun-khutbah-jumat.html

Demikianlah Syarat dan Rukun Khutbah Jumát, yang dapat kami sampaikan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua amin.

Monday, June 27, 2016

Rukun Lan Syarat Khutbah (Bahasa Jawa)

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَاكَاتُهُ

RUKUN-RUKUN KHOTBAH JUM’AT
  1. Muji dumateng Allah SWT wonten khutbah awal lan khutbah al_Tsaniyah.
  2. Mahos sholawat wonten ing khutbah awal lan khutbah al_Tsaniyah.
  3. Paring wasiat taqwa dumateng Allah SWT wonten ing khutbah awal lan khutbah al_Tsaniyah.
  4. Mahos ayat-ayat suci al_Qur’an wonten salah satunggilipun khutbah kalih
  5. Mahos do’a kagem tiyang muslimin lan muslimat wonten ing khutbah al_Tsaniyah.

SYARAT-SYARATIPUN KHUTBAH
Syarat –syaratipun wonten sekawan welas, antawisipun;
  1. Khotib utawi tiyang ingkang khutbah kedah tiyang ingkang jaler.
  2. Khotib kedah tiyang ingkang saged mirengaken lan mboten budek.
  3. Khotib kedah wonten sak lebetipun bangunan utawi masjid ingkang dipun ginaaken kangge sholat jum’at.
  4. Khotib kedah suci saking hadas shoghir lan kabir.
  5. Khotib kedah nutup aurat.
  6. Khotib kedah jumeneng naliko nyampeaken khutbah.
  7. Khotib kedah lenggah kanthi tumu’ninah wonten ing antawisipin khutbah kalih.
  8. Kedah nuli-nuli wonten ing antawisipun khotbah kalih.
  9. Kedah nuli-nuli antawis khotbah lan sholat jum’at.
  10. Khotbah kedah dipun sampeaken ngangge Bahasa Arab utawi bahasa ingkang dipun pahami poro hadlirin
  11. Khotib kedah sero suwantenipun hinggo saged dipun mirengaken poro hadirin 
  12. Khotbah kedah dipun sampeaken sak derengipun nindaaken sholat jum’at.
  13. Khotib kedah tiyang ingkang saged ambedaaken antawisipun rukun khutbah lan syaratipun khutbah.

Rukun Lan Syarat Khutbah (Bahasa Jawa)


Friday, May 20, 2016

Contoh Kalimat Wasiat Taqwa Khutbah Jum'at

http://khutbahjumatnu.blogspot.co.id/2016/05/contoh-kalimat-wasiat-taqwa-khutbah.html

Membaca wasiat taqwa bagi khotib hukumnya wajib diucapkan. Maka kami memberikan beberapa contoh kalimat wasiat taqwa khutbah Jum'at dalam bentuk bahasa Indonesia. 

  1. Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat-Nya yang dilimpahkan kepada kita semua, sehingga kita dapat beribadah mengabdi kepada-Nya setiap waktu demi menggapai ridla-Nya. Dalam kesempatan yang mulia ini, marilah kita terus menerus berusaha meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah SWT. takwa dalam arti yang sebenar-benarnya. Semoga Allah SWT menempatkan kita semua pada derajat yang Dia ridhai, di dunia dan di akhirat. Amin ya rabbal 'alamin.
  2. Dalam kesempatan yang mulia ini marilah kita tadzakkur dan tafakkur, mengingat segala apa yang kita amalkan selama ini dan berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Dalam arti kita berusaha melaksanakan segala usaha yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Marilah kita tinggalkan sejenak tugas-tugas duniawiyah, pekerjaan di kantor, bisnis dan perdagangan, untuk masuk masjid melaksanakan sholat Jumat, untuk dzikrullah, ingat kepada Allah SWT. 
  3. Semoga dengan demikian kita termasuk golongan orang-orang yang tidak lalai ingat kepada Allah, walaupun kita disibukkan dengan aktivitas jual beli dan perdagangan. Semoga kita semua dijadikan oleh Allah SWT sebagai hamba Allah yang muttaqin dan husnul khatimah. Amin. 
  4. Dari mimbar yang mulya ini kami berwasiat taqwa kepada diri pribadi dan jamaah, dengan penuh kesadaran mari kita laksanakan perintah-perintah Allah, kita tinggalkan larangan-laranganNya. Dengan begitu InsyaAllah kita selamat fidunya wal akhirah amin..
  5. Melalui mimbar khutbah ini, saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada para jama’ah sekalian, marilah kita bersama-sama senantiasa meningkatkan kadar ketaqwaan kepada Allah SWT. Taqwa dalam arti yang sebenarnya. Yaitu dengan menjalankan perintah-perintah Allah dan meninggalkan semua laranganNya. Bahwasannya tidak ada perbedaan antara seseorang dengan seorang yang lainnya. Maka alangkah bahagia dan beruntungnya orang yang termasuk dalam golongan muttaqin. Karena kelak akan mendapat tempat dan maqam yang mulia di sisi Ilahi.
  6. Marilah bersama-sama kita tingkatkan kwalitas taqwa kita kepada Allah swt. bertaubatlah selalu kepada Allah dengan meminta ampunan kepadanya.
  7. Marilah kita bersama-sama meningkatkan kadar keimanan dan keislaman kita kepada Allah swt, sebagai bukti ketaqwaan kita kepada-Nya.
  8. Marilah kita bersama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. dengan sesungguh hati tanpa basa-basi. Karena kesungguhan dalam bertaqwa akan berimplikasi dalam sikap laku ta’at terhadap syari’at dan menghindar dari ma’siat. Sesungguhnya syariat bawaan rasul Muhammad adalah kebenaran mutlaq yang tidak bisa diragukan lagi. Shalat, zakat, puasa dan haji menjadi bukti formal ketaatan seseorang dalam ber-Islam.
  9. Pada kesempatan khutbah ini saya mengajak hadirin sekalian –pada umumnya– dan terutama pada diri saya sendiri –khususnya– untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT dan terus menerus berusaha meningkatkan ketakwaan itu dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, serta mensyukuri semua kenikmatan dan karunia yang diberikan kepada kita dengan menggunakan dan menyalurkannya pada jalan yang diridhai oleh-Nya. Dengan demikian, semoga kita senantiasa mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin.
  10. Tak henti-hentinya para khatib senantiasa berwasiat dan menekankan kepada para jamaah/hadirin dalam setiap khutbah Jum’at, bahwa sebagai hamba Allah, kita harus senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dengan meningkatkan ketaatan dan ibadah kepada Allah, semoga kita termasuk golongan oarng-orang yang dikasihi dan dirahmati Allah SWT.
  11. Marilah kita bersama-sama meningkatkan nilai ketaqwaan kita di hadapan Allah swt.
  12. Dari mimbar yang mulya ini kami berwasiat taqwa kepada jamaah jum`ah, dengan penuh kesadaran mari kita laksanakan perintah-perintah Allah, kita tinggalkan larangan-laranganNya. Dengan begitu Insya Allah kita bisa mendapatkan keselamatan baik di dunia sampai akhirat nanti. amin..
  13. Marilah kita meningkatkan taqwa kita kepada Allah Azza wa Jalla. Taqwa yang juga menjadi wujud syukur kita kepada Allah atas segala nikmat yang telah dianugerahkanNya kepada kita. Nikmat Iman, nikmat Islam, juga nikmat kesehatan.
  14. Pertama-tama, khatib mengajak semua jamaah, hendaklah kita senantiasa berusaha meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala disetiap waktu yang masih Allâh Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita semua. Karena taqwa merupakan bekal terbaikoleh karena itu mari kita manfaatkan sebaik mungkin kesempatan hdup ini untuk mempersiapkan bekal terbaik demi meraih kebahagian abadi di akhirat.
  15. Marilah kita tingkatkan Iman dan takwa kepada Allah karena hanya dengan takwa kita akan mendapatkan ampunan, pertolongan, dan surga-Nya yang agung.
  16. Mari kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala dengan ketakwaan yang sebenar-benarnya; yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh Allah SWT dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  17. Jamaah sidang Jumat sekalian mari kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala, ketakwaan yang menjadikan kita menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Allah Ta’ala menciptakan kita untuk beribadah kepada-Nya.
  18. Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah Ta‟ala dan senantiasa memohon rahmat serta pertolongan-Nya. Sehingga kita dapat melaksanakan apa-apa yang diperintah dan apa-apa yang dilarang oleh Allah SWT dan Rasul-Nya SAW.
  19. Dalam kesempatan khutbah kali ini, khatib berwasiat kepada diri sendiri maupun jama’ah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah Swt. Takwa dalam pengertian yang seluas-luasnya, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, sosial kemasyarakatan, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  20. Pada kesempatan khutbah jum'at ini saya mengajak kepada saudara-saudara sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Yakni dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, dalam kondisi apapun. Saat sehat, sakit, kaya, miskin, bahagia, ataupun derita. Karena hanyalah orang-orang yang bertakwa yang memiliki kemuliaan di sisi-Nya.
  21. Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita semua meningkatkan ketaqwaan kepada Alalh SWT dengan melaksanakan seluruh perintah-perintahnya dan menjauhi segenap larangan-larangan Allah SWT.
  22. Marilah kita selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, dan tak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada-Nya, karena di tengah-tengah kesibukan kita, masih diberi kenikmatan, yaitu nikmat sehat dan sempat, sehingga kita mampu melaksanakan sholat jum’at ini.
  23. Pada kesempatan khutbah jum'at ini saya mengajak kepada saudara-saudara sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Yakni dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, dalam kondisi apapun. Saat sehat, sakit, kaya, miskin, bahagia, ataupun derita. Karena hanyalah orang-orang yang bertakwa yang memiliki kemuliaan di sisi-Nya.
  24. Pada kesempatan khutbah ini saya mengajak hadirin sekalian –pada umumnya– dan terutama pada diri saya sendiri –khususnya– untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT dan terus menerus berusaha meningkatkan ketakwaan itu dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, serta mensyukuri semua kenikmatan dan karunia yang diberikan kepada kita dengan menggunakan dan menyalurkannya pada jalan yang diridhai oleh-Nya. Dengan demikian, semoga kita senantiasa mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin.
  25. Marilah kita bersama-sama menguatkan hati bertekad meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt.
  26. Marilah kita bersama-sama meningkatkan nilai ketaqwaan kita di hadapan Allah SWT. Marilah kita saling mengingatkan dan saling bernasehat dalam kebaikan. Karena yang demikian itu akan bisa menghindarkan kita dari golongan orang-orang yang merugi.
  27. Pada hari ini, marilah kita meningkatkan taqwa kita kepada Allah swt. Semoga dalam perjalanan kehidupan kita setiap perilaku kita senantiasa dalam naungan rahmat dan hidayah-Nya. Tak lupa juga kita senantiasa bertabarruk kepada manusia yang paling utama, yang hanya karenanya Allah swt menciptakan alam seisinya. Muhammad saw. junjungan dan panutan kita umat muslim semua.
  28. Pada kesempatan khutbah kali ini, pertama-tama saya mengajak pribadi saya sendiri dan kaum muslimin umumnya untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt. Hanya dengan taqwalah bekal yang untuk menghadap-Nya nanti. Fainna khairaz zadit taqwa. Jangan ragukan janji Allah, bahwa ia hanya melihat seseorang dari ketaqwaannya bukan dari sisi lainnya.
  29. Marilah bersama-sama kita saling menasehati akan pentingnya meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt. sesungguhnya ketaqwaan merupakan kunci menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat.
  30. Saya berwasiat kepada diri sendiri dan jama’ah sekalian untuk senantiasa betaqwa kepada Allah, dengan taqwa yang sebenar-benarnya. Marilah kita beryukur kepada Allah atas segala rahmat dan karunia yang dilimpahkan kepada kita. Terutama ni’mat iman yang mampu mendorong kita semua beristiqomah mengabdi dan menjalankan jama’ah jum’ah yang penuh berkah ini.
  31. Marilah kita meningkatkan taqwa kita kepada Allah swt. semoga setiap perilaku kita senantiasa dalam kontrol yang Maha Kuasa, sehingga kita semua terhindar dari berbagai godaan yang menyesatkan kita dari tuntunan agama-Nya. Tidak hanya godaan dosa besar, tetapi juga godaan yang menggoyahkan kepribadian kita sebagai sorang muslim yang bertaqwa.
  32. Marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. Semakin sering kita mengevaluasi diri kita semakin baik. Karena dengan demikian kita akan merasa selalu bersalah dan selalu berusaha memperbaikinya. Amin
  33. Marilah kita bersama berusaha meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt, dalam arti meningkatkan kesungguhan kita untuk melaksanakan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi segala hal yang dilarang oleh Allah SWT. Mudah-mudahan kita senantiasa termasuk golongan hamba yang mendapatkan petunjuk di jalan kebenaran.
  34. Marilah kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. Tak henti-hentinya para khatib senantiasa menekankan dalam setiap khutbah Jum’at, bahwa sebagai hamba Allah, kita harus senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. meningkatkan ketaatan dan ibadah kepada Allah agar, kita bertambah dikasihi dan dirahmati Allah SWT.
  35. Mari kita tak henti-hentinya untuk senantiasa meningkatkan kwalitas ketakwaan kita pada Allah SWT, yang tidak lain adalah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya, karena dengan takwallah itulah manusia akan memperoleh kebahagian dan kemuliaan yang hakiki serta derajat yang tinggi di sisi Allah SWT.
  36. Dalam kesempatan ini, saya mengajak kepada diri saya pribadi dan para jamaah semua untuk selalu taqwa kepada Allah SWT dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-laranganNya agar kita semua mendapat kemuliaan, kebahagiaan dan kesejahteraan di alam dunia hingga di alam akhirat.
    Demikianlah Contoh Kalimat Wasiat Taqwa Khutbah Jum'at dalam bentuk bahasa Indonesia, mudah-mudahan bermanfaat.

    Wednesday, December 12, 2012

    Khotib dan khutbah jumat ideal

    Khotib dan khutbah jumat ideal

    Sebelum postingan ini terbit ada baiknya menengok sejenak fiqh jumat membahas tentang adzan ke tiga sebelum melanjutkan bacaan ke khutbah jumat ideal, maksud dari khutbah jumat ideal adalah khutbah jumat yang memenuhi syarat rukun secara sempurna & dilakukan oleh khotib yang faham pelekasanaan sholat jumat.

    Ironis, khutbah jumat seharusnya menjadi momentum saling berpesan ketaqwaan rutin mingguan rupanya tidak diminati para jama'ah jumat, mungkin disebebkan temanya kurang menarik, terkadang melangit  kurang praktis dalam penggunaan bahasanya. padahal khotib bisa dikatakan baik minimal khutbah itu disampaikan dengan kalimat yang simpel tidak bertele-tele terlalu lama. Padahal seharusnya sholat jumat hendaknya lebih lama daripada khutbah jumat. Mari kita bahas terlebih dahulu syarat rukun khutbah jumat.

    Syarat Khutbah Jumat
    Syarat adalah hal-hal yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan ibadah di mulai, dalam hal ini syarat khutbah jumat ada enam, terus terang admin blog pusat khutbah jumat bermadzhab syafi'i, jadi syarat dibawah ini adalah menurut Imam Syafi'i

    1. Niat
    2. Lhutbah jumat dilakukan sebelum salat pelaksaan sholat Jum'at
    3. Niat berkhutbah
    4. Disampaikan dengan bahasa yang difahami oleh Jamaah Sholat Jumat.
    5. Dua khutbah dilakukan secara berturut-turut, tidak boleh dipisah dengan sholat, atau perbuatan malahi (main-main) .
    6. Penyampaian Khutbah Jumat dengan suara paling tidak terdengar oleh 40 orang. karena Imam Syafi'i mensyaratkan sholat jumat minimal 40 orang
    7. Antara Khutbah & sholatnya tidak dilakukan terpisah dalam rentang waktu lama / tidak wajar menurut pertimbangan syara' pada umumnya.
    Rukun Khutbah Jumat
    Rukun adalah sesuatu perbuatan yang harus dilakukan pada saat pelaksanaan bentuk ibadah tersebut, dalam hal ini rukun khutbah jumat antara lain;


    1. Membaca hamdalah
    2. baik khutbah pertama atau kedua sama sama hamdalah menjadi rukun khutbah, khutbah tanpa mengucapkan hamdalah maka tidak sah
    3. Membaca Sholawat kepada Nabi Muhammad, dengan berbagai macam bentuknya, intinya adalah membaca sholawat kepada Nabi Muhammad saw.
    4. Wasiat untuk Ber-taqwa kepada Allah, ajakan untuk berbuat baik atau naehat dalam rangka peningkatan ketaqwaan kepada Allah swt, wasiat untuk melaksanakan perintah & menjauhi larangannya. kemasan lafadznya tentu sesuai dengan kemampuan khotib masing-masing.
    5. Sebagai dasar dari ajakan tersebut, maka didalm khutbah wajib membaca ayat-ayat al quran, meskipun hanya satu ayat, sepanjang yang saya tahu, ada sebagian ulama' membolehkan sebagian dari ayat-ayat al quran
    6. Berdo'a untuk kaum muslimin-muslimat, mukminin-mukminat serta memohon ampunan kepada Allah .

    Tentang bahasa Arab dalam berkhutbah, ada perbedaan pendapat dari beberapa ulama, Pertama; Madzhab hanafi membolehkan dengan bahasa apa saja asalkan bisa difahami oleh para jamaah, kami sarankan dengan bahasa Arab sekaligus bahasa yang mudah difaham oleh jama'ah. Kedua, Imam Maliki berpendapat semua khutbah jumat harus disampaikan dalam bentuk bahasa Arab, kalau tidak ada yang mampu berbahasa Arab ya tidak wajib melaksanakan sholat jum'at *ha....h Ketiga, berbeda lagi menurut Imam Hanbali yang tidak memasukkan do'a sebagai rukun khutbah, adapun masalah bahasa, berbahasa arab jika mampu, seandainya tidak mampu maka boleh menggunakan bahasa yang difaham, khusu untuk membaca ayat harus berbahasa Arab

    Khotib ideal
    Ada sebuah riwayat menyatakan bahwa ;"panjangkan sholat jumat & persingkatlah khutbah," khutbah yang terlalu panjang juga tidak baik, tetapi khutbah juga tidak baik dilakukan dalm rentang waktu terlalu singkat, karena dianggap termasuk orang "pelit" berbagi pengetahuan. Khotib dan khutbah ideal adalah penyampaian khutbah dengan menggunakan bahasa yang simpel dengan tema menarik. lebih lama sholatnya dari pada khutbahnya. Khusus untuk tempat yang tak terlindung dari panas & hujan, pada saat-saat tertentu khotib harus bijaksana... wallahu a'lam bis-shawab