Khotbah Paling Populer

Showing posts with label fiqh jumat. Show all posts
Showing posts with label fiqh jumat. Show all posts

Wednesday, December 12, 2012

Khotib dan khutbah jumat ideal

Khotib dan khutbah jumat ideal

Sebelum postingan ini terbit ada baiknya menengok sejenak fiqh jumat membahas tentang adzan ke tiga sebelum melanjutkan bacaan ke khutbah jumat ideal, maksud dari khutbah jumat ideal adalah khutbah jumat yang memenuhi syarat rukun secara sempurna & dilakukan oleh khotib yang faham pelekasanaan sholat jumat.

Ironis, khutbah jumat seharusnya menjadi momentum saling berpesan ketaqwaan rutin mingguan rupanya tidak diminati para jama'ah jumat, mungkin disebebkan temanya kurang menarik, terkadang melangit  kurang praktis dalam penggunaan bahasanya. padahal khotib bisa dikatakan baik minimal khutbah itu disampaikan dengan kalimat yang simpel tidak bertele-tele terlalu lama. Padahal seharusnya sholat jumat hendaknya lebih lama daripada khutbah jumat. Mari kita bahas terlebih dahulu syarat rukun khutbah jumat.

Syarat Khutbah Jumat
Syarat adalah hal-hal yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan ibadah di mulai, dalam hal ini syarat khutbah jumat ada enam, terus terang admin blog pusat khutbah jumat bermadzhab syafi'i, jadi syarat dibawah ini adalah menurut Imam Syafi'i

  1. Niat
  2. Lhutbah jumat dilakukan sebelum salat pelaksaan sholat Jum'at
  3. Niat berkhutbah
  4. Disampaikan dengan bahasa yang difahami oleh Jamaah Sholat Jumat.
  5. Dua khutbah dilakukan secara berturut-turut, tidak boleh dipisah dengan sholat, atau perbuatan malahi (main-main) .
  6. Penyampaian Khutbah Jumat dengan suara paling tidak terdengar oleh 40 orang. karena Imam Syafi'i mensyaratkan sholat jumat minimal 40 orang
  7. Antara Khutbah & sholatnya tidak dilakukan terpisah dalam rentang waktu lama / tidak wajar menurut pertimbangan syara' pada umumnya.
Rukun Khutbah Jumat
Rukun adalah sesuatu perbuatan yang harus dilakukan pada saat pelaksanaan bentuk ibadah tersebut, dalam hal ini rukun khutbah jumat antara lain;


  1. Membaca hamdalah
  2. baik khutbah pertama atau kedua sama sama hamdalah menjadi rukun khutbah, khutbah tanpa mengucapkan hamdalah maka tidak sah
  3. Membaca Sholawat kepada Nabi Muhammad, dengan berbagai macam bentuknya, intinya adalah membaca sholawat kepada Nabi Muhammad saw.
  4. Wasiat untuk Ber-taqwa kepada Allah, ajakan untuk berbuat baik atau naehat dalam rangka peningkatan ketaqwaan kepada Allah swt, wasiat untuk melaksanakan perintah & menjauhi larangannya. kemasan lafadznya tentu sesuai dengan kemampuan khotib masing-masing.
  5. Sebagai dasar dari ajakan tersebut, maka didalm khutbah wajib membaca ayat-ayat al quran, meskipun hanya satu ayat, sepanjang yang saya tahu, ada sebagian ulama' membolehkan sebagian dari ayat-ayat al quran
  6. Berdo'a untuk kaum muslimin-muslimat, mukminin-mukminat serta memohon ampunan kepada Allah .

Tentang bahasa Arab dalam berkhutbah, ada perbedaan pendapat dari beberapa ulama, Pertama; Madzhab hanafi membolehkan dengan bahasa apa saja asalkan bisa difahami oleh para jamaah, kami sarankan dengan bahasa Arab sekaligus bahasa yang mudah difaham oleh jama'ah. Kedua, Imam Maliki berpendapat semua khutbah jumat harus disampaikan dalam bentuk bahasa Arab, kalau tidak ada yang mampu berbahasa Arab ya tidak wajib melaksanakan sholat jum'at *ha....h Ketiga, berbeda lagi menurut Imam Hanbali yang tidak memasukkan do'a sebagai rukun khutbah, adapun masalah bahasa, berbahasa arab jika mampu, seandainya tidak mampu maka boleh menggunakan bahasa yang difaham, khusu untuk membaca ayat harus berbahasa Arab

Khotib ideal
Ada sebuah riwayat menyatakan bahwa ;"panjangkan sholat jumat & persingkatlah khutbah," khutbah yang terlalu panjang juga tidak baik, tetapi khutbah juga tidak baik dilakukan dalm rentang waktu terlalu singkat, karena dianggap termasuk orang "pelit" berbagi pengetahuan. Khotib dan khutbah ideal adalah penyampaian khutbah dengan menggunakan bahasa yang simpel dengan tema menarik. lebih lama sholatnya dari pada khutbahnya. Khusus untuk tempat yang tak terlindung dari panas & hujan, pada saat-saat tertentu khotib harus bijaksana... wallahu a'lam bis-shawab

Monday, December 10, 2012

Fiqh Jumat tentang Adzan ke Tiga

Fiqh Jumat tentang Adzan ke Tiga

Blog pusat khutbah jumat mengumumkan kepada pengunjung untuk mengikuti menu baru yaitu fiqh jumat mengingat banyak kesimpang siuran informasi fiqh yang beraitan dengan perayaan ibadah sholat jumat. Kali ini yang akan kita bahas hasil dari penelusuran admin menemukan tema menarik terkait dengan jumatan yaitu adzan jumat.

Pada mulanya adzan jumat dilakukan hanya sekali dan iqamah seteleh khutbah jumat sekali, pada pembahasan ini kami sebut adzan kedua, dua adzan ini dipraktekkan pada masa Rasulullah saw, yakni ketika khotib duduk di atas mimbar dan khotib turun mimbar khutbah jumat untuk menunaikan sholat jumat.

Tujuan adzan adalah pemberitahuan kepada khalayak umum akan masuknya waktu sholat jumat di daerah tersebut, seiring dengan perkembangan zaman, makin meluasnya kaum muslimin kemudian khalifah Utsman bin Affan memerintahkan mengumandangkan adzan yang ketiga, yaitu adzan sebelum khotib naik mimbar jumat. Dalam kitab Shahih al-Bukhari dijelaskan :

عَنْ سَائِبٍ قَالَ, سَمِعْتُ السَائِبَ بنَ يَزِيْدٍ يَقُوْلُ إِنَّ الأَذَانَ يَوْمَ الجُمْعَةِ كَانَ أَوَّلُهُ حِيْنَ يَجْلِسُ الإِمَامُ يَوْمَ الجُمْعَةِ عَلَى المِنْبَرِ فِيْ عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا فَلَمَّا كَانَ فِيْ خِلاَفَةِ عُثْمَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ وَكَثَرُوْا أَمَرَ عُثْمَانُ يَوْمَ الجُمْعَةِ بِالأَذَانِ الثَّالِثِ فَأَذَانَ بِهِ عَلَى الزَّوْرَاءِ فَثَبَتَ الأَمْرُ عَلَى ذَالِكَ
Dari Sa'ib ia berkata, "Saya mendengar dari Sa'ib bin Yazid, beliau berkata, “Sesungguhnya adzan di hari jumat pada asalnya ketika masa Rasulullah SAW, Abu Bakar RA dan Umar RA dilakukan ketika imam duduk di atas mimbar. Namun ketika masa Khalifah Utsman RA dan kaum muslimin sudah banyak, maka beliau memerintahkan agar diadakan adzan yang ketiga. Adzan tersebut dikumandangkan di atas Zaura' (nama pasar). Maka tetaplah hal tersebut (sampai sekarang)". ( Shahih al-Bukhari: 865)

Adzan ketiga yang dimaksud dalam takbir diatas adalah adzan sewaktu khotib jumat belum naik mimbar dengan maksud menandai masuknya waktu pelaksanaan rangkaian sholat jumat. Syaikh Zainuddin al-Malibari, pengarang kitab Fath al-Mu'in, mengatakan bahwa adzan yang ketiga hukumnya sunnah:

وَيُسَنُّ أَذَانَانِ لِصُبْحٍ وَاحِدٍ قَبْلَ الفَجْرِ وَآخرِ بَعْدَهُ فَإِن اقَتَصَرَ فَالأَوْلَى بَعْدَهُ, وَأَذَانَانِ لِلْجُمْعَةِ أَحَدُهُمَا بَعْدَ صُعُوْدِ الخَطِيْبِ المِنْبَرَ وَالأَخَرُ الَّذِيْ قَبْلَهُ
"Disunnahkan adzan dua kali untuk shalat ٍٍٍShubuh, yakni sebelum fajar dan setelahnya. Jika hanya mengumandangkan satu kali, maka yang utama dilakukan setelah fajar. Dan sunnah dua adzan untuk shalat Jum'at. Salah satunya setelah khatib naik ke mimbar dan yang lain sebelumnya". (Fath al-Mu'in: 15)

Ijtihad melakukan adzan ke-3 yang dilakukan oleh Utsman ra dalam konsep fiqh disebut ijma’ sukuti, yaitu prinsip ijtihad yang dilakukan oleh seseorang dan tidak ada tangagapan atau sanggahan dari para imam mujtahid lainnya. al-Mawahib al-Ladunniyyah menyebutkan dalam kaitannya dengan adzan jumat ini:

ثُمَّ إِنَّ فِعْلَ عُثْمَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ كَانَ إِجْمَاعاً سُكُوْتِياً لأَِنَّهُمْ لاَ يُنْكِرُوْنَهُ عَلَيْهِ
"Sesungguhnya apa yang dilakukan oleh Sayyidina Ustman ra. itu merupakan ijma' sukuti (kesepakatan tidak langsung) karena para sahabat yang lain tidak menentang kebijakan tersebut” (al-Mawahib al Laduniyah, juz II,: 249)

Rasulullah SAW. Beliau telah bersabda:
فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّّتِيْ وَسُنَّةِ الخُلَفَآءِ الرَّاشِدِيْنَ مِنْ بَعْدِيْ
"Maka hendaklah kamu berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah al-Khulafa' al-Rasyidun sesudah aku ". (Musnad Ahmad bin Hanbal)

Atas dasar itulah orang orang yang menggunakan rangkaian ibadah jumat dengan adzan tiga kali, yakni dua adzan satu iqamah, adzan pertama dilakukan sebelum khotib naik mimbar sedangkan yang kedua dilakukan pada saat khotib duduk diatas mimbar. Adapun khotin turun dari mimbar untuk melakukan sholat jumat lebih populer disebut dengan iqomah.

Terkait kebenarannya mari kita kembalikan kepada diri kita masing-masing yang pasti tidak dibenarkan saling menyalahkan dengan klaim suatu pendapat menjadi satu-satunya kebenaran yang tak terbantahkan. Akhir kata wallahu a’lam bis shawab. Setelah semua di baca diatas tadi kini tiba saatnya anda membaca juga khutbah jumat taubat sebelum mati