Khotbah Paling Populer

Showing posts with label Khutbah Jumat Lengkap Dengan Doa. Show all posts
Showing posts with label Khutbah Jumat Lengkap Dengan Doa. Show all posts

Thursday, December 22, 2016

Khotbah Jumat - Belajar dari Doa Nabi Nuh dan Nabi Muhammad

Belajar dari Doa Nabi Nuh dan Nabi Muhammad


Khotbah Jumat - Belajar dari Doa Nabi Nuh dan Nabi Muhammad
Khotbah Jumat - Belajar dari Doa Nabi Nuh dan Nabi Muhammad

Khutbah I


اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وعلى اله وأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أما بعد: فيايها الإخوان، أوصيكم و نفسي بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون، قال الله تعالى في القران الكريم: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمان الرحيم: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صدق الله العظيم.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dikatakan bahwa kelak pada hari Kiamat, orang-orang berbondong-bondong menemui Nabi Nuh ‘alaihis salâm setelah sebelumnya mereka gagal meminta tolong kepada Nabi Adam. Mereka membutuhkan pertolongan dan meminta didoakan agar mendapat syafa’at dari Allah karena pada hari itu situasi di Padang Makhsyar sangat mencekam. Manusia saling memandang dan mencari siapa gerangan yang dapat diandalkan untuk memohonkan syafa’at kepada Allah SWT agar situasi yang mencekam dan cuaca yang sangat panas itu dapat dirasakan sebaliknya. Mereka berkata kepada Nabi Nuh ‘alaihis salâm:

يَا نُوحُ أَنْتَ أَوَّلُ الرُّسُلِ إِلَى أَهْلِ الأَرْضِ ، وَسَمَّاكَ اللَّهُ عَبْدًا شَكُورًا ، فَاشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ عَزَّ وَجَلَّ ، أَلا تَرَى إِلَى مَا نَحْنُ فِيهِ ؟ أَلا تَرَى إِلَى مَا قَدْ بَلَغَنَا ؟

“Wahai Nabi Nuh! Engkau adalah rasul pertama yang diutus kepada penduduk bumi, dan Allah telah menamakanmu hamba yang bersyukur. Tidakkah engkau dapat memintakan syafa’at untuk kami kepada Allah? Tidakkah engkau telah melihat keadaan kami dan yang menimpa kami?”

Nabi Nuh ‘alaihis salâm menjawab:

إِنَّ رَبِّي قَدْ غَضِبَ الْيَوْمَ غَضَبًا لَمْ يَغْضَبْ قَبْلَهُ مِثْلَهُ وَلَنْ يَغْضَبَ بَعْدَهُ مِثْلَهُ وَإِنَّهُ قَدْ كَانَتْ لِي دَعْوَةٌ دَعَوْتُ بِهَا عَلَى قَوْمِي نَفْسِي نَفْسِي اذْهَبُوا إِلَى إِبْرَاهِيمَ

“ Sungguh, pada hari ini Allah telah marah dengan marah yang sebenar-benarnya, dimana Dia belum pernah marah seperti ini dan juga tidak akan marah setelahnya seperti ini. Sungguh, dahulu aku memiliki satu do’a yang aku gunakan untuk menghancurkan kaumku. Diriku sendiri butuh syafa’at, pergilah menemui selainku! Pergilah menemui Ibrahim!”

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Dari apa yang dinyatakan Nabi Nuh ‘alaihis salâm di atas, kita tahu bahwa beliau mengalami kesulitan memberikan syafa’at dari Allah kepada manusia. Beliau sendiri membutuhkan syafa’at karena adanya satu kesalahan atau masalah yang beliau lakukan semasa hidupnya ketika berdakwah kepada kaumnya. Masalah itu adalah berkaitan dengan doa beliau sebagaimana termaktub dalam Surah Nuh, ayat 26 dan 27:

رَبِّ لا تَذَرْ عَلَى الأَرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا إِنَّكَ إِنْ تَذَرْهُمْ يُضِلُّوا عِبَادَكَ و لاَ يَلِدُوا إِلا فَاجِرًا كَفَّارًا

'Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan keturunan selain anak-anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir'.''

Setelah Nabi Nuh ‘alaihis salâm berdoa seperti itu, terjadilah banjir besar yang sangat dahsyat dan menewaskan sebagian besar kaumnya yang menolak beriman kepada Allah SWT. Peristiwa ini tidak hanya dikisahkan dalam Al Quran tetapi juga dalam kitab-kitab sebelumnya seperti Taurat dan Injil. Berbagai penyeledikan ilmiah juga telah dilakukan untuk menggali informasi lebih jauh tentang bencana besar tersebut.


Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Barangkali kita tidak pernah berpikir bahwa doa Nabi Nuh ‘alaihis salâm di atas ternyata bermasalah di hadapan Allah SWT di Padang Makhsyar di akherat nanti. Doa itu Allah yang mengabulkan, tapi Allah marah besar kepada Nabi Nuh ‘alaihis salâm sehingga beliau sendiri membutuhkan syafa’at untuk terlepas dari kemarahan Allah SWT. Pertanyaannya kemudian, mengapa doa Nabi Nuh ‘alaihis salâm itu bermasalah?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, mari kita bandingkan doa Nabi Nuh di atas dengan doa Nabi Muhammad SAW ketika beliau berdakwah di Thaif. Orang-orang Thaif tidak menyambut beliau dengan baik. Malahan mereka melempari Nabi Muhammad SAW dengan kotoran manusia dan batu hingga melukai kepala beliau dan berdarah. Melihat keadaan Nabi Muhammad SAW yang seperti itu, malaikat penjaga gunung tidak tahan dan tidak terima. Lalu mendatangi beliau dan menawarkan bantuan untuk menghimpitkan dua bukit, yakni Bukit Abu Qubais dan Bukit Ahmar, untuk mengubur hidup-hidup orang-orang Thaif karena menolak beriman kepada Allah SWT agar mereka binasa sebagaimana umat Nabi Nuh. Tetapi, bagaimana jawaban Nabi Muhammad SAW atas tawaran dari malaikat tersebut? Nabi Muhammad SAW menjawab:

"لا لا...عسى الله أن يُخرج من أصلابهم من يعبد الله "

“Jangan, jangan! Aku bahkan berharap dan berdoa Allah akan mengeluarkan dari tulang sulbi mereka keturunan yang akan menyembah Allah!”

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Jika kita bandingkan doa Nabi Nuh  dengan doa Nabi Muhammad SAW tersebut, maka setidaknya ada dua perbedaan yang jelas:

1. Nabi Nuh  seperti telah putus asa dalam berdakwah kepada umatnya karena sebagian besar dari mereka menolak dan tidak mau beriman kepada Allah SWT. Mereka bahkan menganggap Nabi Nuh  gila. Dengan penolakan seperti itu, Nabi Nuh  seperti tidak lagi memiliki kesabaran dan harapan bahwa mereka dan anak-anak turun mereka suatu ketika akan beriman kepada Allah. Hal seperti ini, tidak terjadi pada Nabi Muhammad SAW yang secara jelas tetap memiliki kesabaran dan harapan bahwa suatu ketika akan ada dari anak turun orang-orang Thaif yang akan beriman dan mengikuti jejak beliau.

2. Doa Nabi Nuh  yang memohon kepada Allah SWT untuk membinasakan umatnya agar lenyap dari muka bumi ini, sebenarnya doa negatif. Doa seperti itu sangat berbeda dengan doa yang dipanjatkan Nabi Muhammad SAW. Beliau justru memohon kepada Allah SWT agar orang-orang Thaif yang menentang beliau tetap diberi hak hidup dan diberi keturunan. Nabi Muhammad SAW memohon kepada Allah kelak di kemudian hari anak turun orang-orang Thaif mau beriman dan mengikuti jejak beliau.

عسى الله أن يُخرج من أصلابهم من يعبد الله

“Aku bahkan berharap dan berdoa Allah akan mengeluarkan dari tulang sulbi mereka keturunan yang akan menyembah Allah!”


Sidang Jum’ah rahimakumullah

Dari membandingkan bagaimana Nabi Nuh  dan Nabi Muhammad SAW berdoa terkait dengan umat masing-masing yang sama-sama menentang, kita tahu bahwa sekalipun setiap doa Allah yang mengabulkan, namun doa negatif atau tidak baik akan bermasalah di hadapan Allah SWT. Manusia harus mempertanggung jawabkan doa yang tidak baik itu kelak di hadapan Allah. Nabi Nuh  berdoa memohon agar umatnya dibinasakan dari muka bumi ini karena mungkin sangat marah dan putus asa. Allah memang mengabulkan doa itu meskipun sebenarnya Allah tidak menyukainya. Dan yang sangat menyedihkan adalah putranya sendiri bernama Kan’an dan istri beliau bernama Wali'ah termasuk yang binasa akibat doa itu dalam keadaan tidak beriman kepada Allah. Selain itu, Nabi Nuh  tidak diperkenankan memberikan syafa’at kepada orang lain.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Belajar dari doa Nabi Nuh , kita perlu berlatih bagaimana menahan diri untuk tidak berdoa yang jelek. Semarah apapun kita kepada orang lain, kita harus belajar memaafkan dan jangan sampai mendoakan yang jelek-jelek. Dalam hal ini kita perlu meniru doa Nabi Muhammad SAW. Meskipun beliau didzalimi orang-orang Thaif, beliau tetap tidak marah, malah sebaliknya tetap mendoakan yang baik-baik. Berdoa memang baik, tetapi berdoa yang jelek sesugguhnya merupakan penyalah gunaan doa itu sendiri. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadits riwayat Muslim:

من كان يؤمن با لله و اليوم الاخر فليقل خيرا اوليصمت

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diamlah.”

Berdoa adalah berucap atau berkata, baik hanya dalam hati maupun juga secara lisan. Maka ketika berdoa, berdoalah yang baik. Jika tidak bisa baik, maka lebih baik menahan diri untuk tidak berdoa terlebih dahulu.

Sidang Jum’ah rahimakumullah

Lalu bagaimana dengan doa orang-orang yang didzalimi? Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim:

وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ اِتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ ، فَإِنَّهَا لَيْسَ بَيْنَهَا

“Takutlah kamu akan doa seorang yang terzalimi, kerana doa tersebut tidak ada hijab (penghalang) di antara dia dengan Allah".

Berdasar pada hadits tersebut, doa orang yang didzalimi mudah terkabul. Namun sebenarnya, hadits tersebut tidak dimaksudkan untuk mendorong atau membenarkan doa yang jelek bagi orang-orang yang telah didzalimi. Hadits itu lebih merupakan peringatan kepada kita semua untuk tidak melakukan kedzaliman kepada orang lain. Selain itu, hadits tersebut juga ditujukan kepada orang-orang yang didzalimi untuk menjaga hati dan lisannya agar tidak berdoa yang jelek karena mudah terkabul yang akibatnya justru bisa merugikan diri sendiri. Rasulullah SAW telah memberikan suri tauladan kepada kita semua untuk tidak berdoa yang jelek. Beliau lebih suka memaafkan dan mendoakan yang baik-baik kepada siapa saja yang telah mendzaliminya. Bagaimanapun beliau adalah rahmat lil alamin. Maka tak seorang pun alami celaka akibat doa-doa beliau. Rasulullah tidak pernah nyilakani orang lain.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Mudah-mudahan apa yang telah saya uraikan di atas dapat memberikan manfaat khususnya bagi diri saya sendiri dan sidang Jum’ah pada umumnya. Semoga kita semua selalu diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk dapat menjaga hati dan lisan kita dari berdoa yang jelek-jelek. Amin... amin ya rabbal alamin.

جعلنا الله وإياكم من الفائزين الأمنين، وأدخلنا وإياكم في زمرة عباده المؤمنين : أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم: يايها الذين امنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا. بارك الله لي ولكم في القران العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الايات والذكرالحكيم، وتقبل مني ومنكم تلاوته انه هو الغفور الرحيم، وقل رب اغفر وارحم وانت خيرالراحمين

Khutbah II


الحمد لله الحمد لله الذي أكرمنا بدين الحق المبين، وأفضلنا بشريعة النبي الكريم، أشهد أن لا اله إلا الله وحده لا شريك له، الملك الحق المبين،  وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدا عبده و رسوله، سيدالأنبياء والمرسلين، اللهم صل و سلم وبارك على نبينا محمد وعلى اله وصحبه والتابعين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أما بعد:  فيأيها الناس اتقوا الله، وافعلوا الخيرات واجتنبوا عن السيئات، واعلموا أن الله يأمركم بأمربداْ فيه بنفسه، فقال عز من قائل: إن الله وملائكته يصلون على النبى، يا أيها الذين أمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما.  اللهم صلّ على سيدنا  محمد و على آل  سيدنا  محمد. اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الاحياء منهم والاموات انك سميع قريب مجيب الدعوات، وغافر الذنوب انك على كل شيئ قدير. ربنا اغفر لنا ذنوبنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رءوف رحيم، ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. والحمد لله رب العالمين. عبادالله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم ولذكرالله اكبر.


Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Friday, April 1, 2016

Khutbah Jumat - Bagaimana Memelihara Kemuliaan Derajat Manusia

Khutbah Jumat - Memelihara Kemuliaan Derajat Manusia

Khutbah Jumat - Bagaimana Memelihara Kemuliaan Derajat Manusia

Khutbah Pertama


إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.


Sidang Jumat yang dimuliakan Allah,
Pada kesempatan Khutbah Jumat kali ini kami akan mengangkat tema tentang pentingnya memelihara kemuliaan derajat kemanusiaan. Tema ini menurut kami penting diangkat oleh sebab maraknya berbagai aksi-aksi kejahatan, tidak terpuji, dan bahkan terorisme yang mengatasnamakan Islam sebagai legitimasinya.

Ini tentu sangat memprihantinkan mengingat Islam tidak pernah mengajarkan dilakukannya perusakan, apalagi penghilangan nyawa dan sejenisnya. Dengan mengangkat tema ini kami berharap, terutama pada diri khotib sendiri, dan sidang jumat sekalian untuk secara bersama-sama melakukan permenungan atas hal-hal yang belakangan banyak sekali menyimpang dari ajaran Islam yang dibawa Rasulullah Muhammad Shollahu Alaihi Wasallam


Hadirin sidang jumat rahimakumullah
Isi alam semesta ini beragam adanya, ada makhluk yang berkembang seperti pepohonan namun adapula makhluk yang tidak berkembang, seperti bebatuan, ada yang kasat mata, seperti kita ini, ada pula yang tak nampak oleh pandangan mata seperti jin, malaikat dan sejenisnya ada yang dilengkapi dengan sarana akal saja seperti  malaikat, ada pula yang hanya dibekali dengan insting nafsu saja untuk memenuhi hidupnya seperti binatang. Uniknya penciptaan manusia lengkap dengan kedua hal tersebut, yakni diberi akal dan nafsu. Sungguh maha besar Allah yang telah menciptakan kesempurnaan pada diri kita semua.

Makhluk Allah sejenis binatang akan memenuhi kebutuhan hidupnya didasarkan atas nafsu yang ia punya, oleh sebab itu binatang tidak mampu memberdakan mana yang haq atau bathil dan tidak mengenal salah atau benar. Berbeda pula dengan malaikat yang selalu beribadah kepada Allah sesuai dengan perintah yang ditklifkannya, tidak pernah maksiat namun tidak pernah melebihi perintah yang diberikannya.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan penciptaan manusia, terkadang manusia membangkang atas perintah Allah, tetapi manusia juga bisa beribadah, tidak hanya yang diwajibkanya saja. Tetapi manusia bias beribadah yang sunnah, Sungguh sebagai manusia seperti kita ini harus bersyukur kepada Allah ta’ala, karena mendapat perlakuan yang istimewa dari-NYA

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آَدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS. Al-Isra`: 70)

Kesempurnaan ini dipersiapkn sedemikian rupa oleh Allah untuk manusia agar mampu mengemban amanah menjadi menjadi khalifatullah fil ard sehingga mampu berbuat dan memilih jalan hidupnya, imma syakiran wa imma kafuuran Adakalanya manusia bersyukur dan adakalanya manusia yang kufur terhadap nikmat-nikmat Allah.

Untuk melengkapi kebutuhannya, manusia juga dilengkapi oleh Allah seperangkat anggota tubuh dan panca indera, tangan untuk berbuat, kaki untuk melangkah, mata untuk melihat dan mulut untuk makan dan berbicara. Telinga untuk mendengar akal untuk berfikir. Sungguh Allah maha pemurah atas segala anugerahnya.

Oleh karenanya, manusia pada kondisi tertentu apabila terjaga semua inderanya ia akan naik pangkat melebihi derajat malaikat, tetapi di sisi lain jika nafsu menjadi imamnya, sedang perangkat indera sebagai ma’mumnya maka tidak selayaknya dianggap sebagai hamba Allah yang semestinya. Menurut Al Madudi (seorang ulama’ besar India), beliu berpendapat, kita selalu menyaksikan hampir pada setiap zaman justru sebagian besar manusia itu lebih tidak terkendali dalam memenuhi kebutuhan hawa nafsunya dibanding dengan binatang.

Abul A'la al-Maududi juga berkata, kalau kita berbicara tentang binatang yang diberi gelar oleh manusia dengan sebutan Binatang Buas. Padahal, sebuas-buasnya binatang tidak akan mengalahkan buasnya manusia. Sejak binatang buas dan manusia itu ada, berapa jumlah korban manusia yang pernah dimakan binatang buas dibandingkan kebuasan manusia atas manusia pada Perang Dunia I, misalnya. Jadi, sebenarnya manusia lebih buas daripada binatang buas itu sendiri.

Bahkan, pernah kita jumpai dillayar kaca televisi, seorang ibu tiri terlibat dalam kasus pembunuhan mutilasi, seorang pejabat merampas hak orang lain dengan cara korupsi, seorang bapak tega memperkosa anaknya sendiri, sungguh zaman edan, karena itu segeralah melakukan taubat nasuha bagi yang belum melakukannya.

Dengan tegas Al Quran menyatakan

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai" (Al A’raaf: 7:179).

Didahulukannya hati dari penyebutan mata dan telinga juga memperlihatkan urgensi hati bagi keseluruhan tubuh manusia. Hati menjadi tempat seluruh perasaan jiwa, kekuatan berpikir dan keyakinan manusia. Perasaan cinta, benci, bahagia, gelisah, marah, takabbur, tawadhu, yakin dan ragu muncul dari hati.

Hadirin sidang jumat  rahimakumullah 
Kemuliaan manusia jika dibandingkan dengan mahluk yang lain merupakan sebuah amanah yang harus di jaga dan dilestarikan oleh setiap manusia, karena kemuliaan manusia ini dapat menjadi berkurang apabila manusia melakukan perbuatan yang terlarang. Sebaliknya akan makin meningkat jika yang kita lakukan lebih dari sekedar yang diwajibkan, yakni memperbanyak amalan sunnah.

إِن شرّ الدواب عند الله الذين كفروا فهم لا يؤمنون

"Sesungguhnya binatang atau mahluk yang paling buruk di sisi Allah adalah orang-orang kafir karena mereka itu tidak beriman". (Q.S. Al-Anfal: 55).

Rupanya yang membedakan manusia dengan binatang tidak hanya sekedar akalnya tetapi nilai ketaqwaan yang diperbuat oleh manusia sendiri, mudah-mudahan kita adalah termasuk hamba Allah yang mulia yang selalu dimampukan untuk memelihara derajat kemanusiaan serta digolongkan hamba Allah yang bertaqwa  sebagaimana firman-Nya : Sesungguhnya orang yang paling mulya di sisi Allah adalah orang-orang yang bertaqwa amiin ya rabbal alamin

بارك الله لى ولكم فى القرأن العظيم ونفعنى وإياكم بمافيه من الأيات والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم إنه هوالسميع العليم ....


Khutbah Kedua




الحمد لله الذى خلق الموت والحياة ليبلوكم أيكم أحسن عملا. أشهد أن لا إله الله الواحد الصمد وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله سيد العالمين، اللهم صل وسلم على هذا النبى الكريم والمرسلين وعلى آله واصحابه أجمعين، أما بعد: فيا عباد الله أصيكم بنفسى بتقوى الله وإياي فقد فاز فوزا عظيما. إستمعوا بقول الله تعالى فى كتابه العزيز: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم : ياأيها الذين آمنوا إتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون. واعلموا ان الله أمركم أمرا بدأ فيه بنفسه وثنى بالملائكة المسبحة بقدسه فقال تعالى مخبرا وآمرا إن الله وملائكته يصلون على النبى ياأيهاالذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله سيدنا محمد كما صليت وسلمت على إبراهيم وعلى آله إبراهيم فى العالمين إنك حميد مجيد.

اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم الأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات وقاضي الحجات برحمتك ياأرحم الرحمين.

اللهم إنا نسألك الثبات فى الأمر ونسألك العزيمة فى الرشد ونسألك شكرنعمتك وحسن عبادتك. ونعوذبك من شر ما تعلم ونسألك من خير ماتعلم ونستغفرك مما تعلم انك انت علام العيوب. اللهم انا نسألك حبك وحب من يحبك والعمل الذى يبلغنا حبك. اللهم اجعل حبك احب الينا من نفسنا واهلنا. ربنا لا تزع قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب. ربنا آتنا فى الدنيا حسنة وفى الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.

عباد الله إن الله يأمركم بالعدل والإحسان وإيتاء ذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغى يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون.